JAKARTA- Pemprov DKI terus berupaya menciptakan lapangan kerja melalui program One Kecamatan One Enterpreneur (OK Oce). OK Oce diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi dan menyebar di seluruh Indonesia. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, untuk mengurangi angka kemiskinan, lapangan kerja melalui usaha kecil menengah harus diciptakan.
Perekonomian. Sekretariat OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneursip) hanya ada di kantor kecamatan. Selain di kantor kecamatan, tidak ada. Hal tersebut ditegaskan Kasudis Koperasi, Usaha, Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat, Nuraini Sylviana, menanggapi adanya usulan pengajuan dua tempat, yakni RPTRA Kalijodo dan Kawasan Kota Tua untuk tempat berkumpulnya
Bagi warga Batam yang ingin ikut pelatihan gratis ini bisa datang ke GM Cafe mengisi formulir pendaftaran, karna akhir Maret ini akan di buka kelas gelombang ke tiga," tutup nya. ACT Ekonomi Global Kelas Akademi Melayu Dermawan Ok oce TDA UMKM UMKM Kota Batam wirausaha. Redaksi Batam Bicara Send an email 6 Maret 2021. 0 10 1 menit
Iimmenjelaskan, bantuan akses permodalan diberikan melalui beberapa tahap. Pertama, warga harus mendaftar sebagai peserta OK OCE. Kedua, warga akan diberi pelatihan kewirausahaan. Ketiga, warga didampingi untuk menjalankan usahanya. Keempat, warga mengajukan izin usaha ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta.
Menurutlaman depkop.go.id, IUMK diterbitkan dengan surat pengantar dari RT dan RW yang terkait dengan lokasi usaha. Selain itu, perlu dilampirkan kartu tanda penduduk (KTP), pas foto terbaru ukuran 4x6 cm, serta formulir pendaftaran. Penerbitan naskah IUMK dilakukan oleh Camat yang telah mendapatkan pendelegasian kewenangan dari Bupati/Wali Kota.
Iamengatakan, kecamatan Kebon Jeruk berada di posisi pertama dengan jumlah anggota yang telah mendaftarkan diri melalui website sebanyak 471 orang dan mengisi formulir ke sekretariat OK OCE 1.092 orang. Ini Harapan Warga Ikuti Pembinaan Kewirausahaan . Posisi kedua yakni kecamatan Kalideres dengan pendaftaran melalui website 473 orang dan
RndJW. Jakarta - Perkumpulan Gerakan OK OCE menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut tidak ada dana dari OK OCE. OKE OCE menyebut hanya memberikan kemudahan akses pinjaman modal kepada Bank DKI. "OK OCE itu kan ada proses P1 sampai P7 ya, ada proses pendaftaran P1, P2-nya pelatihan, P3-nya pendampingan, P4-nya perizinan, P5-nya pemasaran, P6-nya pelaporan keuangan, dan P7-nya akses permodalan," ucap Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE Iim Rusyamsi saat dihubungi, Jumat 22/3/2019.Jadi UKM akan dibantu untuk mendapatkan akses modal kepada Bank DKI ketika sudah melewati enam proses pelatihan. Pendamping OK OCE akan memberikan rekomendasi kepada Bank DKI untuk mendapat pinjaman modal. "Jadi bisa langsung pantau prosesnya dan mereka bisa tahu kondisi pelaku UMKM-nya dari para pendamping. Nanti pendampingnya yang merekomendasikan ini bagus, bisnisnya sudah jalan, sudah dikurasi, sudah diberikan pendampingan," ucap anggota OK OCE bisa dibantu untuk akses permodalan maksimal Rp 10 juta. Data pada 2018, sudah ada sekitar 300 anggota OK OCE yang mendapatkannya."Data detailnya saya belum dapat ya, nanti melalui Bank DKI, deh. Pada 2018 hampir 250 atau 300 peserta ya, tapi saya detailnya mohon maaf, nanti saya coba cek lagi ya detailnya berapa banyak. Di awal tahun ini meningkat pencairannya," kata pun tidak menampik ada kendala saat anggota OK OCE mengajukan modal ke Bank DKI. Salah satunya adalah mereka memiliki utang kepada pihak lain."Karena banyak di UMKM kita uji BI checking-nya, uji SILK, Sistem Informasi Layanan Keuangan, itu banyak yang nggak layak untuk diberi pinjaman karena ternyata ada pinjaman lain yang belum beres di bank lain," kata warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, bernama Satimah mengaku kepada Anies dana OK OCE belum cair. Anies lalu menjelaskan OK OCE tidak memiliki dana sebagai bantuan modal. "Memang OK OCE tidak ada dana. Justru dia Satimah bilang terima kasih. Terima kasih sudah dilatih dengan program OK OCE. Kemudian dengan pelatihan itu, dia sekarang bisa memproduksi katering dengan baik," ucap Anies kepada wartawan. Anies mengakui UMKM memiliki tantangan dalam aspek permodalan. Namun OK OCE tidak menangani masalah tersebut. "Dan ekonomi mikro selalu yang menjadi tantangan adalah permodalan. Dan program itu OK OCE kan bukan pencairan modal," kata Anies. aik/gbr
formulir pendaftaran ok oce